Apa Saja Kebutuhan Gizi Ibu Hamil?

Apa Saja Kebutuhan Gizi Ibu Hamil?

Selama kehamilan, tubuh akan mengalami banyak perubahan baik secara fisik maupun hormonal. Hal tersebut mau tidak mau membuat kebutuhan gizi ibu hamil juga berubah dibandingkan dengan kondisi biasa.  Ibu hamil membutuhkan gizi yang lebih besar sehingga mau tidak mau harus mengonsumsi makanan yang padat gizi serta mudah untuk dicerna.

Memenuhi Kebutuhan Mikronutrien Selama Kehamilan

Makronutrien sendiri merupakan nutrisi yang mengandung banyak kalori serta energi Keduanya sangat dibutuhkan oleh ibu hamil terutama saat trimester akhir kehamilan. Berikut beberapa zat gizi yang termasuk makronutrien.

  1.   Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh. Bagi ibu hamil, karbohidrat kompleks lebih disarankan karena dinilai lebih banyak mengandung serat. Zat gizi ini kebanyakan bisa diperoleh di makanan yang mengandung gandum, kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan serta beras merah.

  1.   Protein

Zat ini diperlukan tidak hanya untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin tapi juga memperbaiki jaringan serta organ ibu yang rusak. Protein umumnya banyak terdapat di produk-produk hewani seperti daging, ikan, telur serta kacang-kacangan.

  1.   Lemak

Lemak yang dibutuhkan selama masa kehamilan merupakan lemak tak jenuh yang sehat bagi tubuh. Jenis lemak ini berfungsi untuk perkembangan otak janin karena banyak mengandung omega 3. Selain itu, lemak tak jenuh juga mampu mengurangi risiko kelahiran prematur.

 Memenuhi Kebutuhan Mikronutrien Selama Kehamilan

Vitamin dan mineral merupakan komponen yang termasuk dalam mikronutrien. Selama kehamilan terdapat beberapa mikronutrien yang dibutuhkan oleh tubuh guna mendukung perkembangan janin. Berikut beberapa contoh mikronutrien yang dibutuhkan.

  1.   Kalsium

Kalsium tidak hanya berperan dalam pembentukan tulang serta gigi janin tapi juga tulang dan gigi ibunya. Selama kehamilan, ibu setidaknya membutuhkan sekitar 1000 miligram kalsium tiap hari. kekurangan kalsium bisa menyebabkan osteoporosis yang bisa membahayakan ibu serta janin.

  1.   Asam folat

Di masa awal kehamilan, asam folat sangat diperlukan oleh janin untuk perkembangan otak serta tulang belakang. Saking pentingnya, kekurangan asam folat bisa menyebabkan bayi lahir dengan cacat tabung saraf. Oleh sebab itu, konsumsi makanan yang mengandung folat seperti gandum, sereal dan kacang-kacangan sangat disarankan.

  1.   Zat besi

Selain mencegah anemia, zat besi juga berfungsi untuk menopang kelangsungan janin selama berada di kandungan. Kebutuhan zat besi selama kehamilan meningkat sekitar 50% dibandingkan dengan kondisi biasa. Oleh sebab itu, konsumsi makanan yang tinggi zat besi seperti  hewani seperti daging sapi, awam serta ikan sangat dianjurkan.

Kebutuhan nutrisi selama hamil memang cukup banyak. Agar lebih mudah mengatur kebutuhan gizi ibu hamil ada baiknya jika ibu hamil melakukan konsultasi dengan dokter kandungan secara rutin. Bahkan bila perlu ibu hamil bisa meminta bantuan ahli gizi untuk mengatur pola makan yang cocok untuk kesehatan ibu dan janinnya.

About the author